Ada yang sangat ingin kautemui? :)

Ruang Televisi: "Tukang Nasi-Goreng-Gila-Betulan."

Makan malam dimulai, padahal mereka mencuri start, ini baru pukul 16.00.

“Aku mau beli makan diluar. Kau mau pesan apa, Cil?”

“Nasi goreng gila.”

Setengah jam kemudian Harap kembali ke rumah. Ia ngos-ngosan sambil bertekuk lutut di depan Kucil yang sedang duduk di kursi kayu. Kucil pun bertanya, “Aku mau ke dapur. Kau mau titip apa, Har?”

“Air putih.”

“Oke.”

Sekembalinya Kucil memberi segelas air susu coklat, “Air putihnya kan kau punya sendiri di badanmu, peraslah sendiri. Di dapur hanya ada air cucian kuas kotor ini.”

“Tak apa, aku lelah,” Harap menenggak habis minumannya, hanya saja ia bukan seorang kuda lumping, jika iya maka gelas kacanya pun akan dihabiskan.

“Hei, ada apa hingga lelah seperti itu? Mana nasi gorengku?”


“Itu dia, gara-gara kau pesan itu! Aku mencarinya hingga keliling kota pun tak ada.”

“Untuk apa hingga kota orang lain pula? Sebelah rumah kan ada yang dagang itu, Har.”

“Gila kau! Tetangga baik kita itu kau suruh telanjang?”

Kucil menggaruk-garuk kepala Harap yang sebenarnya tidak diminta, “Ketombemu setebal apa sih, Har?”

“Kucil, kau pesan nasi goreng gila, dan hanya orang-orang mengumbar aurat lah yang bisa bikin nasi goreng itu. Mbak-mbak warung sebelah kan berkerudung tauk!”

***

Ini bukan kalimat basa-basi dari mereka,
melainkan karena kau harus benar-benar baik-baik saja..

Ini bukan kalimat basa-basi dari mereka,<br>melainkan karena kau harus benar-benar baik-baik saja..